Ia berharap, Pemda Busel segera menyelesaikan persoalan tersebut. Jika tidak, ditakutkan akan ada korban lagi.

"Tim tapal batas saat itu sudah bekerja selama tiga hari. Nah, dari Lande, Lapandewa Kaindea dan Lapandewa Makmur sudah turun untuk dipertemukan. Saat itu difasilitasi langsung oleh Pemda Busel. Hanya saja, persoalan ini tidak lagi diselesaikan oleh Pemda, alasannya juga tidak jelas," ungkapnya.

Tak hanya berkomunikasi dengan tim terpadu, dirinya juga telah berkomunikasi dengan bagian Tapem. Bahkan, ia pernah melayangkan surat resmi menyusul adanya pembangunan rumah warga dikawasan objek sengketa. Namun pihak Tapem (Tata Pemerintahan) enggan merespon seluruh aduan itu.

Baca juga: Tank TNI Tabrak Motor dan Gerobak, Komisi I DPR RI Minta Diusut Tuntas

"Jika merujuk pada titik koordinat masing-masing desa yang diambil saat itu, masyarakat yang Kaindea mengklaim lahan tersebut kawasan mereka. Sementara itu masih berstatus quo. Artinya, harusnya jangan dulu ada pembangunan di situ," bebernya.