"Saya sudah tidak tahan Pak dengan perlakuan istri saya, karena setiap kali saya pulang kerja dari kantor, istri saya selalu tidak ada di rumah, dan nanti malam baru pulang. Itu pun sering dalam keadaan mabuk. Jika saya tegur, dia selalu marah. Bahkan memukul saya. Namun saya diamkan saja karena malu ditau sama keluarga saya," tutur AT.
Dia menambahkan, pernah sekali waktu, istrinya dalam keadaan mabuk minta uang untuk main judi. Karena tak punya uang, AT terpaksa meminjam pada temannya.
"Namun kali ini saya sudah pasrah dan minta untuk pisah saja. Istri saya sudah tiga kali menikah, dan saya yang ketiga. Ini sudah paling puncak pertengkaran kami. Karena dia datang ke rumah orang tua saya sambil mengamuk dan saudara saya juga dipukul ketika berusaha melerai. Hingga semua tetangga terbangun," tambahnya.
Walau lengan kirinya terluka dan berdarah, AT tidak mau membawa kasus penganiayaan tersebut ke jalur hukum. Dia cuma meminta dimediasi saja dan membuat surat kesepakatan bersama untuk dia ajukan ke pengadilan agama guna mengurus perceraian. (A)
Reporter: Thamrin Dalby
