.jpg)
“Kami sudah melakukan pertemuan dengan seluruh kepala SMK se-Sultra untuk merealisasikan gerakan ketahanan pangan ini. Mereka sangat merespons baik karena ini sangat sesuai dengan Teaching Factory Merdeka Belajar yang dilakukan siswa di luar sekolah tetapi masih terhitung sebagai pembelajaran,” ujar peraih Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI tahun 2022 ini.
Ia menambahkan, salah satu penyebab inflasi kita selama ini adalah hanya karena minimnya stok komoditi cabai, tomat dan bawang merah. Padahal jenis tanaman pangan sederhana seperti itu dapat dilakukan oleh sekolah khususnya SMK Pertanian, sehingga seluruh siswa bergerak bersama dalam rangka mengendalikan inflasi.
Seluruh siswa SMA maupun SMK saat ini mulai diajarkan untuk memulai menanam komoditas pangan yang diharapkan bisa menjadi petani berdasi atau petani milenial yang bisa berpikir mandiri dan memiliki pengetahuan di bidang pertanian.
“Jadi ke depan banyak petani milenial kita atau siswa SMK yang sudah tamat dapat menjadi wirausahawan muda di bidang pertanian,” tandas Yusmin.
