Dunia sains modern menguatkan kebenaran hadis tersebut. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pada salah satu sayap lalat terdapat zat penangkal kuman dan berbagai macam mikroba. Sehingga ketika ada sejumlah kuman, mikroba, atau bakteri jahat menempel pada sayap atau kaki-kaki lalat, dan lalat tersebut hinggap di sebuah benda cair, maka tenggelamkanlah sayap atau bagian tubuh lainnya. Sebab, di samping satu sayapnya yang membahayakan, terdapat sayap lain yang menjadi penawar dan penangkalnya.

Selain itu, dalam penelitian lain menyebutkan, dalam tubuh lalat terdapat lebih dari 500 juta kuman. Ia biasa hinggap di tempat kotor, sehingga ketika hinggap di tempat bersih, maka besar kemungkinan ia hanya memindahkan kotoran yang ada pada tubuhnya. Maha Benar Allah yang telah memfirmankan ayat 73 dalam Surat al-Hajj.  

Lalat juga dikenal sebagai serangga yang cepat perpindahannya. Jika hari ini ia berada di meja makan kita, maka pada hari kedua ia mampu berada di tempat sejauh 10 kilometer. Setiap sepuluh hari, ia mampu melahirkan generasi atau lalat dewasa.

Selanjutnya, hal yang nyaris kita tidak percaya adalah jumlah sarafnya yang menyerupai jumlah saraf yang ada pada manusia. Kemudian matanya sangat kuat, dan penglihatannya sangat tajam. Ia juga memiliki daya tangkap yang sangat tinggi.

Uniknya, ia juga bisa marah besar bila terancam bahaya. Ia pun bisa belajar dan merasakan rasa sakit. Uniknya lagi, ia memiliki daya ingat cukup baik. Padahal, berat otaknya sangat kecil. Bila satu gram dibagi satu juta bagian, maka berat otaknya hanya satu bagiannya. Meski demikian, ia mampu bekerja dengan cermat.