YERUSALEM, TELISIK.ID - Israel menunda pembebasan lebih dari 600 tahanan Palestina yang telah disepakati dalam perjanjian gencatan senjata. Keputusan ini muncul setelah Hamas menyerahkan enam sandera Israel, yang merupakan bagian dari kesepakatan tahap pertama.

Enam sandera yang dibebaskan pada Sabtu adalah yang terakhir dalam fase pertama perjanjian gencatan senjata. Kesepakatan ini telah berlangsung sejak bulan Januari dan bertujuan mengurangi ketegangan antara kedua pihak.

Namun, kantor media Hamas pada Sabtu menuduh Israel melanggar gencatan senjata karena penundaan tersebut. Hamas menyebut tindakan itu menciptakan ketidakpastian terhadap perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pembebasan tahanan Palestina akan ditunda. Keputusan ini diambil beberapa jam setelah seharusnya pembebasan dilakukan sesuai perjanjian.

"Pembebasan tahanan ditunda hingga sandera Israel berikutnya dibebaskan tanpa upacara yang memalukan," kata pernyataan dari kantor Netanyahu, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (23/2/2025).