Menurut Awaluddin, jika partai tidak ingin repot mencari tahu lebih jauh, suara terbanyak seringkali menjadi faktor utama dalam pemilihan Ketua DPRD. "Melihat dari segi politik suara, Hartini seharusnya menjadi kandidat utama untuk Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara," katanya.
Di sisi lain, akademisi yang juga dosen Ilmu Sosial dan Politik Universitas Haluoleo (UHO) Kendari, Efrianto, juga mengemukakan pandangannya.
Menurut dia, kehadiran tokoh-tokoh baru dalam politik bisa diibaratkan seperti komputer yang di-restart, sebagai upaya penyegaran di kalangan elit. Dalam istilah politik, ini disebut "sirkulasi elit".
Harapannya, tokoh-tokoh baru ini bisa membawa ide-ide dan perspektif yang segar. Misalnya, Hartini Aziz, yang baru-baru ini meraih 23.696 suara dalam pemilu. Hartini adalah istri seorang bupati, dan sukses memanfaatkan kekuasaan yang dimiliki untuk meraih dukungan besar. Brand politik yang kuat, ditambah dukungan dari mesin politik partai, menjadikannya figur yang efektif dalam meraih suara.
Menurut Efrianto, Partai politik adalah mesin yang sangat efektif dalam mendukung dan mempromosikan kandidat. Dalam hal ini, NasDem berhasil memposisikan Hartini Aziz sebagai calon yang kuat, tidak hanya melalui wacana, tetapi juga melalui kerja-kerja organik di lapangan.
