Ferdinan menambahkan, semua program terkoneksi dengan langkah mitigasi stunting baik sektor pertanian, kesehatan, BKKBN, hingga lintas instansi lainnya.
"Harus vertikal kalau stunting itu jangan lihat di muaranya. Tapi lihat di hulunya juga stunting, itu kan bisa jadi terjadi karena perilaku, lingkungan bisa terjadi karena memang ada penyakit bisa jadi memang karena kekurangan gizi," tambahnya.
Mesi demikian, Ferdinand tak yakin jika kekurangan nutrisi menjadi penyebab satu-satunya peningkatan kasus stunting di Konawe. Sebab Konawe memiliki komoditas pertanian yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakatnya.
Minimnya penerapan pola hidup sehat, orang tua mengonsumsi alkohol, merokok selama periode kehamilan, dan banyak mengonsumsi makanan cepat saji juga menjadi pemicu kasus gangguan pertumbuhan anak selama 1000 hari pertama kehidupannya (1000 HPK).
1000 HPK adalah fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin pada saat kehamilan (270 hari) sampai dengan anak berusia 2 tahun (730 hari).
