Awalnya, Anton memilih lokasi usahanya di sekitar tempat tinggalnya, yakni daerah Mandonga. Setahun berselang, ia memutuskan pindah ke lokasi strategis di perempatan lampu merah UHO, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu.

Dengan modal awal sekitar Rp 50 Juta, ia membawa langsung seluruh peralatan dari Bandung, termasuk gerobak, oven dan perlengkapan dapur lainnya.

"Ini semua peralatan saya bawa langsung dari Bandung. Di sini nggak ada," ujarnya.

Usaha roti bakarnya itu menawarkan 7 varian rasa, di antaranya, coklat, keju, vanila, kacang, strowbery, srikaya dan nanas. Semuanya menggunakan resep keluarga.

“Menu favorit mahasiswa itu biasanya cokelat keju sama coklat kacang,” katanya sambil tersenyum.