KENDARI, TELISIK.ID - Selalu bersyukur atas rezeki yang diberikan dan jangan berputus asa, itulah pesan yang selalu Juraiun (60) ucapkan. Meski sudah tua, Juraiun masih kuat berjualan es dawet demi menghidupi keluarganya.

Meskipun hanya pedagang es dawet keliling, Juraiun sangat dikenal sebagian mahasiswa UHO Kendari. Dia kerap kali dijumpai di depan Masjid La Ode Malim UHO. Namun sekarang dia banyak berkeliling di sekitar UHO dan singgah di tempat yang ia anggap ramai.  

Juraiun bercerita, saat ini ia menetap di Ranomeeto, Konawe Selatan. Setiap pagi, dia memulai aktivitas berjualannya dengan mengendarai motor menuju Kendari untuk menjual es dawet.

Pria asli Wanci, Wakatobi ini, telah berjualan es dawet keliling selama 25 tahun lamanya dan merasa bersyukur dengan pekerjaannya.

"Jadi dek sebelum saya menjual es dawet sudah banyak pekerjaan yang pernah saya rasa. Mulai dari penjual baju cakar, penjual ikan, jadi kuli bangunan, tapi karena ada kendala, saya beralih jadi penjual es dawet," tuturnya.