Ketua DPD II Partai Golkar Buton itu menjelaskan, pemilihan langsung telah menjadi agenda pemerintah dalam melakukan pemilihan kepala daerah hingga presiden/wakil presiden setiap periode yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Ini sebagai salah satu pilihan, ya, dari Sabang sampai Merauke bahwa yang namanya rekrutmen kepemimpinan di tingkat desa, daerah kabupaten/kota, provinsi bahkan presiden. Itu dilakukan melalui proses pemilihan langsung,” ujar La Bakry.
“Jadi ini pilihan dalam sistem ketatanegaraan kita, maka dibutuhkan kedewasaan dari kita semua. Siapapun yang terlibat di sana (Pilkades, red), baik yang dipilih maupun pemilih,” sambungnya.
La Bakry menekankan para kepala desa untuk menjaga kebersamaan yang sudah terbangun di tengah-tengah masyarakat pasca pemilihan. Hal itu guna terbangun roda pemerintahan desa secara baik.
“Pemilih sudah selesai, jangan lagi diingat-ingat. Ah, kau dulu pilih calon ini, tidak terpilih maka kau disana. Kepala desa terpilih juga, kau kan tidak pilih saya, jangan datang-datang di kantor desa atau tidak di undang di acara atau macam-macam,” cetus La Bakry.
