“Saya selaku pembina menyayangkan, putra-putri dari berbagai suku dan agama. Jilbab dan pengibaran bendera tidak ada relevansinya. Tidak ada hubungannya. Menggunakan jilbab itu akidah, prinsip,” tegas Ummy, Rabu (14/8/2024), seperti dilansir dari HiPontianak.

Dia menambahkan bahwa awalnya dirinya diberi informasi bahwa pelepasan jilbab hanya diwajibkan saat pelaksanaan upacara, namun belakangan diketahui aturan ini juga berlaku saat pengukuhan.

Ummy menjelaskan bahwa Zahra, salah satu anak didiknya, telah berlatih keras untuk bisa mencapai tingkat nasional.

“Intensitas latihan di sekolah biasanya dua minggu sekali, tapi karena mau seleksi nasional jadinya seminggu sekali,” ujarnya.

Zahra berasal dari lingkungan madrasah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan, sehingga keputusan untuk melepaskan jilbab dalam momen penting ini dirasakan sangat berat.