Wazhma beserta suami, adik ipar serta keponakannya yang masih bayi sempat terlunta-lunta selama tiga hari di jalanan Ibu Kota Kabul, sebelum akhirnya bisa mencapai bandara dan diangkut menuju AS. Dia menyatakan masih bersedia pulang kampung dengan satu syarat.

"Hanya jika Taliban pergi," ujar Wazhma.

Wazhma mengatakan, tidak yakin Taliban akan menepati janji dengan bersikap lebih moderat dan terbuka, terutama bagi kaum perempuan di Afghanistan. Akan tetapi, Wazhma merasa dia masih punya beban karena sebagian besar keluarga kandungnya tetap tinggal di negara itu.

"Satu hal yang saya khawatirkan adalah ibu, ayah serta saudara perempuan dan lelaki saya," ujar Wazhma.

Dilansir Cnnindonesia, Taliban dilaporkan gencar memburu orang-orang yang pernah bekerja bagi pasukan koalisi Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Hal itu yang membuatnya was-was akan keselamatan orang tuanya.