Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Sulawesi Tenggara, Mustakim menjelaskan, penanganan stunting terintegrasi dalam program Kampung Keluarga Berkualitas (KB). Di mana di Sulawesi Tenggara terdapat 436 kampung KB dan di Kota Kendari terdapat 27.
"Untuk melakukan kegiatan Dahsat, tidak harus menunggu launching yang penting kegiatannya jalan, di mana kegiatannya itu intinya kegiatan masak-memasak makanan bergizi, makanan yang memiliki vitamin dan protein yang bagus sehingga bisa diberikan pada ibu hamil dan anak baduta (di bawah dua tahun)," jelasnya.
Mustakim menuturkan, sasaran pemenuhan gizi untuk ibu hamil dan baduta dilakukan karena inilah masa keemasan. Di mana masa ini adalah waktu pembentukan karakter manusia.
Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kendari, Jahudin menjelaskan, Kelurahan Anggilowu Kecamatan Mandonga merupakan kecamatan kelima yang meluncurkan program Dahsat di Kota Kendari.
Menurutnya, Dahsat dibuat untuk memberdayakan masyarakat dalam menciptakan makanan padat gizi bersumber dari makanan lokal. Makanan ini akan diberikan pada ibu hamil, ibu yang sedang menyusui dan bayi berusia 0-59 bulan.
