"Melalui program ini, kita latih kepekaan atau refleks para siswa. Begitu melihat sampah, mereka langsung ambil dan simpan, lalu dibuang sebelum pulang dan itu menjadi tiket pulang mereka,” ujar Attia.
Menurut Attia, kebijakan tersebut bukan bertujuan untuk membatasi siswa, melainkan membentuk kebiasaan baik sejak dini. Ia berharap, kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh secara alami tanpa harus terus diingatkan oleh guru.
Baca Juga: SDN 7 Kendari Tingkatkan Keamanan dan Potensi Siswa di Bawah Kepemimpinan Ruwaedah
Pihak sekolah juga mulai mengelola sampah plastik seperti botol dan gelas minuman melalui dua skema, yakni dimanfaatkan sebagai bahan kegiatan eco print serta dijual ke pihak pengepul yang telah menjalin kerja sama dengan sekolah. Ke depan, sekolah juga akan mengembangkan program pemilahan sampah organik dan non-organik secara bertahap.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah menerapkan sanksi yang bersifat edukatif dan normatif, bukan fisik, bagi siswa yang melanggar aturan kebersihan.
