"Tekait kemungkinan kedua ini, berarti intelijennya mafia judi lebih cepat dibandingkan intelijen polisi atau bahkan bisa saja intelijennya polisi juga bagian dari intelijennya mafia judi," sambungnya.

Oleh karena iu, LBH Medan meminta kepada Kapolda Sumatera Utara untuk betul-betul memperketat sistem dan satuan kerja yang ditugaskan dalam membasmi perjudian. Selain perjudian tentu masalah hukum lain juga harus tetap diperhatikan.

"Kami dari LBH Medan akan mendukung pihak kepolisian memberantas praktek perjudian, karena kegiatan perjudian ini membuat masyarakat menjadi bodoh," terangnya.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membantah bahwa polisi kecolongan dalam melakukan penggrebekan lokasi judi online di Kompleks Cemara Asri.

"Kami tidak kecolongan, buktinya kami mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya puluhan komputer yang digunakan untuk mengendalikan perjudian," ungkapnya.