Suasana berbeda itupun terjadi pasca lebaran, di mana sudah menjadi kebiasaan masyarakat membuka pintu rumahnya untuk menerima tamu selama tujuh hari kedepan dan berjabatan tangan antara satu dan  yang lain tanda saling meminta maaf atas segala salah dan khilaf di masa lalu. Namun dengan adanya pandemi wabah ini kebiasaan tersebut kini menjadi tidak normal.

Baca juga: 10 Pasien Positif COVID-19 dan Lima PDP Beriringan Sembuh

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Sultra ini, juga menilai bahwa, virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan Tiongkok tersebut tidak  hanya merubah cara beribadah, tapi juga merubah kebiasaan pada semua aspek kehidupan terutama cara berbisinis dan berkomunikasi.

Kedepan kata Hugua tren bisnis berkembang ke sistem online, usaha berskala kecil dan mengglobal. Menurut seorang miliarder, Jack Ma yakni pemilik Alibaba Grup asal Tiongkok mengatakan bahwa, ke depan masyarakat tidak lagi mengenal barang buatan China atau barang buatan Jerman, akan tetapi barang buatan internet.

Olehnya itu, siapa yang menguasai pasar lewat online dan menembusi pasar global, maka dia akan bertahan hidup. Sebaliknya, jika bisnis tersebut  meski besar tapi hanya menguasai  pasar lokal maka ia harus siap-siap untuk bangkrut.