Dengan perubahan peradaban manusia akibat virus yang tidak terlihat dengan kasat mata ini, lanjut Ketua Ikatan Saudagar Muslim (ISMI) Sultra ini, mungkin pada suatu saat masyarakat tidak lagi menemukan pasar, mall dan toko yang menjual barang kebutuhan.  

Baca juga: Kemendagri Belum Restui Pelantikan Kadis Dukcapil Muna

Termasuk mungkin juga tidak lagi menemukan café atau warung makan berjejer di sepanjang jalan, tetapi  yang hanya ditemukan adalah papan nama gudang penyimpanan barang dan bangsal pengolahan, serta tempat memasak masakan dan minuman untuk melayani pelanggan yang  semuanya dipasarkan secara online.

"Demikianlah sekelumit peradaban yang dicipta oleh COVID-19 yang sudah mulai terjadi. Tentu kita sebagai mahluk beragama percaya bahwa Allah Subhanahu Wataala menurunkan makhluk kecilnya punya maksud pasti untuk keabadian dan  kesejahteraan alam semesta," ungkapnya.

Olehnya itu, ia berharap, agar masyarakat tidak lagi mencibir orang lain atau menghabiskan waktu membicarakan kehebatan bangsa lain di grup-grup web. Sebab, bukankah setiap orang mengeluh dan membicarakan kehebatan bangsa lain, dan pada saat yang bersamaan ia lagi merendahkan diri dan menyakiti diri sendiri.