Meski begitu, Abdul Salam Sahadia mengaku hanya format salatnya saja yang diubah untuk menghindari kerumunan. Begitu pula dengan silaturahmi, tetap bisa dilaksanakan, hanya caranya yang berbeda-beda.
Baca juga: Waspadai COVID-19 di Hari Lebaran
"Dilaksanakan di tempat yang steril, yang tidak ada COVID-19, ya boleh-boleh saja. Salam-salaman itu (bermaaf- maafan) melebur dosa," imbuh Salam Sahadia
Namun, jika dikhawatirkan menularkan COVID-19, silaturahmi tetap bisa dilaksanakan, tapi tidak dengan cara pertemuan tatap muka secara langsung.
"Tidak usah bertemu secara dekat, kalau pun bertemu tidak usah bersalaman. Jaga jarak, apalagi dengan orangtua yang rentan. Jadi, silaturahmi itu tetap dilaksanakan, jauh di mata, tapi dekat di hati," tutur Salam Sahadia.
