Pelatihan ini dilaksanakan setelah adanya penelitian mengenai potensi produksi garam di Pesisir Bone-Bone. Penelitian tersebut melibatkan 34 titik sampel di kawasan pesisir Bone-Bone.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesisir Bone-Bone mampu menghasilkan sekitar 34 gram garam per kilogram air laut, jika diukur dengan satu gayung mandi.
Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan Cirebon, Jawa Barat yang merupakan salah satu sentra produksi garam di Indonesia dengan rata-rata hanya 29 gram per kilogram air laut.
Pelatihan ini juga diikuti oleh para nelayan di sekitar Pesisir Bone-Bone.
Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Aep Patah, mengatakan bahwa Kota Baubau memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri garam.
