Kontak itu merusak lantai mobil Verstappen dan merontokkan serpihan ke lintasan, sementara mobil Lawson mengalami kerusakan pada sayap depan dan lantainya. Balapan dihentikan sementara agar marshal membersihkan puing-puing dari racing line. Kedua pembalap bisa melanjutkan sesi, dan Verstappen kembali ke lintasan dengan sisa waktu kurang dari 40 menit.

"Dia benar-benar menabrak saya," kata Lawson lewat radio tim sesaat setelah insiden itu.

Para steward kemudian memanggil kedua pembalap dan menjatuhkan hukuman yang sama untuk keduanya, yakni penalti turun satu posisi start pada balapan Minggu plus satu poin penalti pada superlisensi masing-masing. Dalam dokumen keputusannya, steward menilai perilaku kedua pembalap tidak dapat diterima, terlebih tim-tim sudah diperingatkan soal manuver menyalip di sektor akhir pada rapat manajer tim Jumat pagi. Kedua pembalap mengakui manuver mereka tidak perlu dan ceroboh, sehingga hukuman yang semula hanya berupa peringatan resmi ditingkatkan menjadi penalti posisi grid.

Antonelli Tinggal Dua Poin Lagi Menuju Gelar

Di tengah hiruk-pikuk sesi Jumat, Antonelli tetap berada di jalur menuju gelar juara dunia pertamanya. Pembalap Mercedes berusia 20 tahun itu mengoleksi 365 poin dan hanya membutuhkan dua poin tambahan, setara finis posisi kesembilan, untuk memastikan gelar apa pun hasil yang diraih para rivalnya. George Russell menguntit di posisi kedua dengan 242 poin, disusul Hamilton dengan 241 poin.

Bahkan bila Antonelli gagal mencetak poin pada balapan Minggu, ia tetap bisa menjadi juara asalkan Russell maupun Hamilton tidak memenangi balapan. Jika berhasil mengunci gelar di Meksiko, Antonelli akan menjadi juara dunia termuda dalam sejarah Formula 1, memecahkan rekor yang selama ini dipegang Sebastian Vettel.