Sementara itu, seorang mahasiswa, Fitrah Alif, melalui akun Twitternya menulis, "65 mahasiswa terpantau aman lagi pada rebahan di kasur asrama masing-masing."
"Saya lagi di asrama di kota Tripoli, sekitar 80 kilometer dari Beirut dan tidak terasa guncangan, namun teman yang tinggalnya 8 km dari titik ledak, dia merasa seperti gempa, terasa getarannya," kata Fitrah kepada BBC Indonesia.
Sementara itu, secara khusus Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon di Beirut, Hajriyanto Y Tohari, menyampaikan informasi terkait ledakan yang terjadi di Beirut pada 4 Agustus 2020.
Menurutnya, ledakan sangat besar yang telah dilaporkan terdahulu terjadi di Port of Beirut pada pukul 18.02 waktu setempat. "Lokasi port berdekatan dengan Downtown Beirut," kata Hajriyanto.
Baca juga: Museum Mekah Pamerkan Artefak dan Koleksi Bersejarah Islam
