Baca Juga: Ini Tarif dan Proses Sewa Pacar di Jepang, Pelanggan Banyak yang Berakhir Sakit Hati
Mengutip Kompas.com, beberapa lainnya meragukan temuan bola raksasa itu. Kritikus mengatakan bola itu kemungkinan besar hasil dari proses alam.
Mandy Edwards dari Sekolah Ilmu-ilmu Bumi, Atmosfer, dan Lingkungan pada Universitas Manchester mengatakan, bola batu itu mungkin terbentuk oleh proses concretion. Hal itu berarti, batuan dibentuk oleh pengendapan semen mineral alami dalam ruang antara butir-butir sedimen.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, konkresi adalah senyawa kimia (seperti kalsium karbonat atau oksida besi) yang terkonsentrasi lokal dalam bentuk butiran. (C)
Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan
