"Kami telah menyampaikan ke salah satu pimpinan DPRD Provinsi agar pembenahan jalan Provinsi Porehu-Tolala menjadi prioritas di tahun anggaran 2022 dan 2023 mendatang," terangnya.
Kata dia, jalan rusak khususnya dari Desa Larui ke Desa Loka sekitar 40 km diharapkan secepatnya dilakukan pembenahan agar kondisinya tidak semakin parah dan membutuhkan anggaran yang lebih besar.
"Wakil Ketua DPRD Provinsi Sultra, H. Jumardin, SE telah menyampaikan kepada kami tahun ini ada anggaran yang telah dikucurkan Pemprov sebesar Rp 1,2. Namun, anggaran tersebut khusus pembenahan satu titik jalan yang hampir putus akibat longsor," urainya.
Saat ini, kata dia, alat yang digunakan sudah mulai bekerja. Alat itu pula yang akan bergerak melakukan pembenahan titik longsor di beberapa ruas jalan menuju Desa Loka yang beberapa hari lalu terjadi.
