Lebih lanjut, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinkes Sulawesi Tenggara, Rosmawati menambahkan bahwa upaya pemberantasan HIV/AIDS butuh kerja bersama dari berbagai pihak termasuk media.
“Kami berharap adanya kolaborasi dari berbagai pihak dalam upaya pemberantasan penyakit ini termasuk pihak-pihak media,” ujarnya pada Telisik.id.
Sementara itu, Pendamping Orang Dengan HIV (ODHIV) dan Praktisi Sulawesi Tenggara, Samsu Appe mengatakan, kasus HIV/AIDS yang tinggi di Sulawesi Tenggara bisa dinilai sebagai bentuk kewaspadaan mengingat tipe penyakit ini yang kadang disembunyikan penderitanya.
“Sebenarnya semua waspada teruslah. Terkait dengan kasus yang tinggi itu, hanya memang, kalau kita mau lihat data itu, cukup tinggi untuk Kota Kendari dan itu pun juga bukan Kota Kendari asli,” ujarnya.
Baca Juga: Kata BMKG Soal Fenomena Pelangi Api yang Terjadi di Kota Kendari
