Ia menambahkan bahwa populasi LSL yang suka gonta-ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman dapat menjadi penyebaran terbesar, karena sering melakukan hubungan seksual yang tidak aman.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Ridwan melaporkan, angka terinfeksi HIV di Kota Kendari saat ini mencapai 219 orang berdasarkan data terakhir di Desember 2022.

Angka ini meningkat pesat dibanding tahun sebelumnya yang hanya 155 kasus. Peningkatan kasus juga terjadi di Muna, dari 31 kasus menjadi 36 kasus. Bombana, dari 18 kasus menjadi 19 kasus. Baubau, dari 32 kasus menjadi 51 kasus. Buton Selatan, dari 12 kasus menjadi 27 kasus. Buton Tengah, dari 12 kasus menjadi 28 kasus. (A)

Penulis: Ahmad Badaruddin

Editor: Haerani Hambali