JAKARTA, TELISIK.ID - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S. Pane mengatakan, Polri tak berdaya membubarkan kerumunan massa dalam acara Maulid Nabi dan pernikahan putri Habib Rizieq Shihab (HRS) pada, Sabtu (14/11) malam.
Alih-alih menjalankan fungsi penegak protokol kesehatan tanpa terkecuali bagi setiap kelas masyarakat, Neta justru melihat sikap standar ganda Polri dalam kasus Rizieq ini.
“Polisi hanya berani pada masyarakat yang tidak punya pengaruh dan takut pada figur-figur berpengaruh. Apalagi dalam acara Rizieq massa pendukungnya cukup banyak dan polisi tidak mau ambil risiko," kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/11/2020).
Ia menuturkan, Polri telah memberi keleluasaan terhadap berbagai kegiatan Rizieq, yang telah mengundang kerumunan massa. Baik sejak momen kedatangannya pada Selasa (10/11/2020) lalu, hingga acara pernikahan putrinya.
Padahal, Kapolri Idham Azis sejak Indonesia dilanda pandemi Corona telah dua kali mengeluarkan maklumat yang pada intinya menekan kegiatan dengan banyak orang. Maklumat pertama pada tanggal 19 Maret tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19.
