BOMBANA, TELISIK.ID - Guna menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana memberikan perhatian khusus terhadap infratruktur pendukungnya, diantaranya dengan membangun Rumah Adat Moronene.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Andi Muhammad Arsyad menyebutkan, pembangunan Rumah Adat Moronene di Kelurahan Taubonto dianggarakan secara bertahap sejak 2018 hingga 2021.
Pada 2018, pemerintah merencanakan pembangunan kawasan adat dan budaya Taubonto termasuk Rumah Adat Moronene, pemerintahan menyiapkan anggaran pradesain sebasar Rp 15 juta, kemudian pada 2020 sebesar Rp 750 juta untuk pembangunan kawasan adat dan budaya Taubonto Tahap I.
Kemudian pada 2021, untuk menuntaskan pembangunan, kembali dikucurkan anggaran senilai Rp 1 miliar dan pada tahun yang sama juga mendapatkan dan alokasi untuk pembangunan tanggul pagar Rumah Adat Moronene senilai Rp 300 juta.
“Dengan besaran anggaran itu merupakan wujud perhatian kami (Pemerintah) menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal yang ada sejak zaman nenek moyang masyarakat di Tanah Moronene,” ucapnya.
