Menurut ingatan warga, letusan telah terjadi pada tahun 2013 dan 2009. Dan kandungan gas metan yang beracun di Gunung Lumpur Kesongo mencapai 78 persen mol dengan lumpur yang dominasi oleh lempung jenis illit dan kaolinit.

Dalam pandangan Salahuddin Husein, Ph.D, dosen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, kemunculan bagian tengah Pulau Jawa bagian timur berupa gunung lumpur adalah fenomena yang jamak.

Dijelaskan Salahuddin Husein, Gunung Lumpur Kesongo hanyalah bagian dari Kompleks Gunung Lumpur Kradenan, dengan puluhan gunung lumpur lain muncul pada area yang luas, seperti Kuwu, Medang, Crewek, Cangkingan, Medang dan Banjar Lor.

Ke arah timur, gunung lumpur lain bermunculan, Denanyar, Gresik, Dawar Blandong, Penganson, Sidoardo (Lusi), Porong, Gunung Anyar, Kali Anyar, Pulungan, hingga ditemukan di dasar Selat Madura.

Baca juga: Mengenal Perkampungan Suku Bajo di Laut Wakatobi