"Semakin besar volume lumpur yang keluar, semakin besar pula area amblasannya," urainya.

Baca juga: 50 Personil Polisi Disiapkan Amankan Pendaftaran Bacakada

Katanya, Gunung Lumpur Kesongo memiliki depresi amblasan yang paling besar dibandingkan gunung-gunung lumpur lain di Kompleks Kradenan dengan diameter 1,3 km dan menempati area 135 hektare.

Aktifitas semburan lumpur menyebabkan tidak ada pepohonan yang mampu tumbuh di dalam depresi kaldera Kesongo. "Hanya rerumputan dan semak belukar saja yang mendominasi sehingga masyarakat setempat lebih mengenalnya sebagai Oro-oro Kesongo, tempat yang banyak rumput untuk menggembalakan ternak," terangnya.

Menurut Salahuddin, Gunung Lumpur yang menyebabkan kaldera seluas itu kini sudah hilang, digantikan oleh berbagai kerucut lumpur (grifon) dan genangan lumpur (salsa) di sekitarnya.