“Output dari Adiwiyata itu adalah menjadikan anak didik berperilaku bersih, ramah dan menjaga lingkungan sekitar,,” kata Yuliana Ulfah kepada Telisik.id, Senin (30/5/2022).
Untuk saat ini, sudah ratusan lebih sekolah yang telah dibina DLH untuk program Adiwiyata ini, mulai dari sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga sekola setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Baca Juga: 917 Jemaah Haji Sulawesi Tenggara Diberangkatkan Pertengahan Juni
Sekolah-sekolah tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara. Sementara daerah yang paling banyak sekolahnya mengikuti binaan Adiwiyata ini adalah Kota Kendari.
Sementara itu, Kepala DLH Sulawesi Tenggara, Ansar berpesan mengenai kesadaran dan kepedulian lingkungan sepenuhnya bergantung pada masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus memiliki pengetahuan tentang kepedulian lingkungan dan kesadaran tentang pengelolaan limbah, karena yang merasakan kerugian dari rusak nya lingkungan adalah masyarakat itu sendiri.
