Sehari-hari, beliau menjual jasa jahit sepatu dan sandal di pinggir jalan, di kawasan Jl. H.E.A. Mokodompit, Kendari.

Ia sudah melakoni pekerjaan itu 16 tahun yang lalu, sejak pertama kali ia ke Kendari. Setiap hari, ia rela berpanas-panasan di pinggir jalan, dari pukul 08.00 – 18.00 Wita.

Kepada Telisik.id, ia mengatakan, sudah beberapa kali berpindah tempat karena satu dan lain hal. Ia juga mengaku pendapatannya sebagai tukang jahit sepatu juga tidak menentu.

Baca Juga: Kisah Seorang Pemulung Berjuang Sekolahkan Anak-Anaknya

Baca Juga: Kisah Janda Penjual Gado-gado yang Ingin Umrah