“Dulu waktu masih awal-awal masih susah, tapi sekarang alhamdulillah, sehari bisa dapat Rp 100.000 sampai Rp 200.000,” ungkapnya.

Meski demikian, dengan pekerjaan inilah, ia berhasil membiayai pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi.

“Rezeki sudah ada yang atur, kita hanya perlu berusaha dan berdoa, Insyaallah pasti ada jalan,” ujarnya.

Di usianya yang semakin tua, ia mengaku, belum bisa meninggalkan pekerjaan ini, karena merasa masih punya tanggung jawab yang besar terhadap anak bungsunya yang kini tengah duduk di bangku kuliah. (C)

Reporter: Umratul Khazanah