“Bibit sebanyak 3 ribu ekor itu sekitar Rp 1,2 juta, pakan berupa pelet dan obat sekitar Rp 1 juta, makanan seperti usus ayam sekitar Rp 800 ribu selama 4 bulan, ya modalnya kira-kira Rp 3 jutaan, itu belum termasuk kolamnya,” katanya.

Setelah melalui proses budidaya sekira 4 bulan, hasilnya pun sudah kelihatan. Setiap kali panen, satu kolam bisa menghasilkan ikan lele sebanyak 600-700 kg, dengan harga jual Rp 20 ribu untuk pengumpul dan Rp 25 ribu kalau dijual eceran. Sedangkan Jufri memiliki kolam sekira 5 unit.

“Kalau ada tetangga yang minta dibersihkan, saya biasa jual sampai Rp 30 ribu bersih. Jadi dengan modal tadi itu, setiap kali panen saya bisa dapat sekitar Rp 12 juta kalau dikurangi biaya-biaya, bersihnya sekitar Rp 10 jutaan,” ungkapnya dengan senyum.  

Baca juga: Anjungan Kembar di Tambat Labuh Dapat Dijadikan Tempat Konser Musik

Meskipun menjanjikan, usahanya ini sempat meredup saat pandemi COVID-19 merebak, karena permintaan dari warga dan pengumpul juga terbatas, sebab rumah makan dan penjual sari laut yang biasa memesan ikan juga terdampak. Namun situasi yang terus berubah dan munculnya sejumlah kebijakan pemerintah yang membolehkan sejumlah usaha kembali beroperasi, sedikit demi sedikit usahanya kembali membuahkan hasil.