Selain lima kesepakatan tersebut, Sri Mulyani juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap aktif menjajaki peluang baru di pasar ekspor global. Upaya ini dilakukan di tengah tekanan dari kebijakan tarif 32 persen yang diterapkan AS terhadap Indonesia.

Salah satu target pasar ekspor yang disasar adalah kawasan ASEAN Plus Three, yang mencakup negara-negara Asia Tenggara serta tiga negara Asia Timur yaitu Jepang, Korea Selatan, dan China. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jaringan perdagangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasar tradisional.

Tak hanya itu, pasar negara berkembang yang tergabung dalam blok BRICS, yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan juga menjadi sasaran perluasan ekspor. Di samping itu, Indonesia juga membidik pasar-pasar Eropa guna memperluas penetrasi produk unggulan nasional di kawasan barat. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin