Di posisi keempat, Kinshasa juga mengalami permasalahan polusi udara yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan polusi dari kendaraan bermotor. Kondisi ini diperparah dengan minimnya regulasi terkait lingkungan hidup.

5. Ulaanbaatar, Mongolia (PM2.5: 140)

Kota terbesar di Mongolia ini berada di posisi kelima dengan kualitas udara yang membahayakan kesehatan. Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan batubara sebagai bahan bakar utama untuk pemanas, terutama saat musim dingin yang ekstrem.

Menurut data terbaru, konsentrasi PM2.5 di Jakarta mencapai 14 kali lebih tinggi dibandingkan pedoman tahunan WHO.

PM2.5 merupakan partikel udara yang sangat kecil, berukuran 2,5 mikron atau lebih kecil, yang mampu masuk ke dalam sistem pernapasan manusia dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.