Risiko yang dapat muncul antara lain penyusupan malware dan spyware yang mampu merusak sistem perangkat, mencuri data pribadi, hingga memantau aktivitas pengguna tanpa sepengetahuan pemilik perangkat.
Selain itu, tautan palsu juga dapat digunakan untuk menjalankan praktik phishing. Modus ini biasanya mengarahkan korban ke halaman login yang menyerupai layanan resmi guna memperoleh nama pengguna, kata sandi, maupun informasi penting lainnya.
Risiko lain yang perlu diwaspadai ialah pencurian data mobile banking melalui malware yang mampu mengambil kode OTP atau informasi keamanan transaksi. Apabila data tersebut berhasil diperoleh pelaku, rekening korban berpotensi disalahgunakan.
Karena itu, masyarakat disarankan selalu memverifikasi informasi sebelum membuka tautan yang beredar di media sosial. Pengguna juga sebaiknya menghindari mengakses link dari akun yang tidak dikenal atau belum memiliki kredibilitas yang jelas demi menjaga keamanan data pribadi serta perangkat yang digunakan. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
