“Benar itu kalau dia KKN di desa kami, tapi kalau masalah video ini saya sama sekali tidak tahu,” ucapnya.
Ia menjelaskan masa KKN telah berakhir beberapa hari sebelum video beredar luas. “Mereka menyewa rumah warga setempat sebagai posko. Tapi masa KKN mereka saat ini telah berakhir dan sudah dilakukan penarikan oleh kampus,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Universitas Mataram atau Unram memberikan klarifikasi resmi. Kampus menyatakan bahwa pemeran dalam video bukan mahasiswa mereka dan tidak berkaitan dengan peserta KKN yang ditempatkan di Lombok Timur.
Mahasiswi berinisial AJP yang sempat dituding sebagai pemeran hadir memberikan penjelasan langsung di hadapan satuan tugas kampus.
“Saya berani bersumpah, bukan saya di dalam video tersebut,” tegasnya.
