“Partai besar loh ini bukan partai kecil, tetapi tidak konsisten dan tidak komitmen terhadap mereka yang sudah melahirkan calon," kata Rajiun, Selasa (27/8/2024).

Ia menilai, jika model partai besar yang cukup ternama bertindak seperti itu, ini menjadi tanda tanya,  apakah kemudian akan besar. Rajiun meyakini bahwa jika terus seperti itu Partai Golkar akan hancur.

Sejauh ini, kata Rajiun, belum ada surat penarikan dukungan Golkar tetapi telah ada penyerahan B.1 KWK yang dilakukan oleh Bahli.

Untuk menghindari kegaduhan, Rajiun mengaku melepas partai Golkar karena partai politik yang mengusung dirinya itu telah memenuhi pesyaratan KPU yakni 20 persen dari jumlah kursi DPRD Muna.

Baca Juga: Pemkab Muna Barat Tingkatkan Perdagangan Komoditas Unggulan Bersama Pemkab Bantaeng