Tikar-tikar tersebut bahan bakunya janur yang didatangkan dari Muna Timur (Maligano, Pasir Putih dan Pure). Masyarakat seberang membawa janur masuk melalui pantai Loghia.

“Karena sering berlabuh di Pantai Loghia, masyarakat lokal lalu menyebutnya Napabale," tuturnya.

Namun, ada juga versi lainya tentang nama Napabale yang berasal dari dua suku kata. Napa artinya pelabuhan dan Bale artinya ikan. Nelayan-nelayan asal Bugis, masuk ke Muna melalui Loghia dan menjual ikan hasil tangkapan mereka.  

Baca Juga: Tempode Resort Reo, Bikin Malam Minggu Anda Berkesan, Yuk Ajak Keluarga Kesini

Nelayan Bugis menyebut pantai itu Napabale. Terlepas dari versi penamaan Napabale, masyarakat Loghia sepakat bahwa di zamannya, Napabale pernah menjadi pusat niaga di Loghia dan Muna.