Dalam lokakarya pihak sekolah memaparkan sejumlah rencana tindak lanjut sebagai solusi untuk memperkuat pemahaman gizi di lingkungan sekolah. Beberapa di antaranya yakni edukasi gizi, pemahaman pengelolaan kantin sehat, pengembangan kebun gizi, serta program kewirausahaan gizi
Namun, Muzrin menekankan bahwa edukasi gizi menjadi fokus utama. Edukasi ini tidak hanya ditujukan untuk siswa, tetapi juga melibatkan orang tua siswa, pengelola kantin, pedagang di lingkungan sekolah, hingga masyarakat sekitar.
Baca Juga: Wajah Baru Kulit Anda: Apotek Shinta Kendari Hadirkan Solusi Estetika dan Medis Terintegrasi
“Yang kami tekankan sekali adalah edukasi gizi. Jadi yang kita edukasi bukan hanya siswa saja, tapi juga masyarakat, orang tua siswa, pengelola kantin, pengunjung dan pedagang. Semua pihak yang terlibat kita adakan edukasi,” jelasnya.
Muzrin berharap Program NGTS dapat terus berlanjut di MAN 1 Kendari karena manfaatnya sudah terlihat jelas, terutama dalam mendorong perilaku hidup sehat dan peningkatan kualitas belajar siswa.
