KENDARI, TELISIK.ID - Pengembangan kawasan wisata Tondonggeu Waterfront yang diusulkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kendari terhambat karena lokasinya tumpang tindih dengan lokasi pengembangan kawasan industri.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala meminta, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) memberikan win-win solusi, sebab pembangunan kawasan ini merupakan tindaklanjut pengembangan kawasan pariwisata pantai Nambo yang sudah lama disusun.
"Pemerintah Kota Kendari akan berupaya semaksimal mungkin memberikan layanan prima pads investasi di Kota Kendari, tentu berharap banyak dari pemerintah provinsi secara berjenjang sampai pihak kementerian untuk sama-sama kita mencari solusi," ungkapnya dalam verifikasi teknik pengembangan pariwisata Tondonggeu oleh DJPRL Kementerian Kelautan dan Perikanan secara daring, Kamis (23/2/2023).
Baca Juga: Cukup Beli Tiket KFC Jetliner Sediakan Fasilitas Makan dan Nginap
Menurut Sekda, berdasarkan Perda Tata Ruang Kota Kendari, ruang yang tersedia sebesar 500 hektare, namun PT Kendari Kawasan Industri Terpadu (KKIT) mengusulkan permohonan lahan seluas 1300 hektare, sehingga akan mengambil lahan hingga kawasan wisata Nambo dan Tondonggeu.
