KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Nelayan di Desa Lametuna, Kecamatan Kodeoha dan Desa Bahari, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara, terpaksa gigit jari.  Pasalnya, pembangunan tambat labuh yang digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara tahun lalu di dua desa ini tak kunjung terealisasi hingga saat ini, meski lokasinya telah diukur.

Bagi nelayan di Desa Lametuna, pembangunan parkiran perahu tersebut merupakan kompensasi pemerintah daerah sebab muara sungai yang mereka gunakan sejak puluhan tahun sebagai tempat menambat perahu, tidak dapat lagi dilalui gegara masuk kawasan bandar udara (bandara).

Sementara bagi nelayan di Desa Bahari, kehadiran tambat labuh modern dapat memudahkan proses bongkar muat hasil laut nelayan.

Mengingat kondisi dermaga yang memanjang kurang lebih 200 meter di desa penghasil ikan itu sudah sangat memprihatinkan. Lantai dermaga yang terbuat dari papan kayu sudah bolong, tiap pancangnya pun nyaris roboh karena termakan usia.

Meski demikian, hasrat para nelayan untuk menikmati tambat labuh baru pupus, sebab pembangunannya belum pasti.