“Balap sperma bukan hanya tentang balapan sperma (meskipun, jujur saja, itu menggelikan). Ini tentang mengubah kesehatan menjadi sebuah kompetisi,” tertulis dalam manifesto tersebut, seperti dikutip dari SindoNews, Rabu (23/4/2025).
Lintasan yang digunakan dalam perlombaan ini tidak seperti lintasan balap pada umumnya. Panjang lintasan mencapai 20 sentimeter dan dirancang menyerupai sistem reproduksi wanita. Desain ini mencakup sinyal kimia, dinamika fluida, dan start yang disinkronkan secara mikroskopis.
Baca Juga: Viral Dosen Plester Dinding Pakai Kotoran Sapi untuk Tangkal Panas, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Perlombaan akan diikuti oleh dua sampel sperma dari dua peserta berbeda yang ditempatkan pada posisi awal. Kamera beresolusi tinggi akan digunakan untuk menangkap setiap pergerakan mikroskopis dari spermatozoa selama lomba berlangsung.
“Kami membangun lintasan balap pertama untuk sperma. Dua peserta. Dua sampel. Satu garis akhir mikroskopis,” jelas pernyataan startup tersebut.
