Setiap sperma dalam perlombaan ini memiliki ukuran sekitar 0,05 milimeter dan mampu berenang dengan kecepatan rata-rata 5 milimeter per menit. Dengan demikian, perlombaan diperkirakan dapat berlangsung dalam waktu 15 hingga 45 menit, tergantung arah dan konsistensi gerakan sperma menuju garis finis.
Untuk menambah daya tarik acara, kompetisi ini akan disiarkan langsung dengan konsep layaknya pertandingan olahraga profesional. Penonton akan disuguhi statistik lengkap, tayangan ulang instan, papan peringkat, hingga sesi komentar langsung dari pembawa acara.
“Kami mengubah kesehatan menjadi olahraga. Jika Anda dapat berlatih untuk olahraga—menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyempurnakan bentuk tubuh, mendorong tubuh Anda hingga batasnya—lalu mengapa Anda tidak dapat melatih kesehatan Anda juga?” tulis startup itu dalam pernyataan resminya.
Acara ini juga memuat pesan penting tentang penurunan angka kelahiran yang terjadi secara global. Salah satu pendiri, Eric Zhu, menjelaskan bahwa isu ini menjadi dasar dibalik digagasnya lomba balap sperma.
“Kesuburan pria menurun drastis. Hal itu terjadi secara diam-diam, terus-menerus, dan tidak ada yang membicarakannya,” kata Eric Zhu dalam manifestonya yang dikutip dari Daily Mail.
