Bagi masyarakat suku Nias yang tinggal di Pulau Nias (Tano Niha) maupun di luar pulau, kata ini sudah akrab dan dijadikan sebagai tradisi untuk memberi penghormatan bagi seseorang tanpa memandang status apakah keluarga dan kerabat dekat atau bukan.

Sapaan ini merupakan ciri khas tersendiri yang wajib (tidak boleh tidak) diucap oleh sesama masyarakat Nias di manapun berada. Karena Yaahowu itu, merupakan tanda Ono Niha berasal dari Kepulauan Nias.

Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Nias Selatan, Dofuzogamo Gaho mengatakan, atraksi lompat batu di Desa Bawomataluo tersebut sudah menjadi tradisi pemuda Nias Selatan untuk menguji kemampuan fisik bahwa seorang pemuda bisa melompat batu maka pemuda tersebut sudah teruji untuk maju perang.

Pemuda Nias yang berhasil melakukan tradisi ini akan dianggap dewasa dan matang secara fisik. Kadang, orang yang berhasil melakukan tradisi ini juga dianggap menjadi pembela desanya sendiri jika terjadi konflik antar kampung.

"Pemuda Suku Nias punya teknik sendiri untuk melompati Hombo Batu dan mendarat dengan tepat. Salah sedikit saja, bisa menyebabkan cedera otot hingga patah tulang," terangnya.