JAKARTA, TELISIK.ID - Fenomena resesi seks kini mulai menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan di Indonesia. Fenomena ini merujuk pada penurunan minat pasangan dalam memiliki anak, yang disebabkan oleh beragam faktor sosial, ekonomi, hingga perubahan gaya hidup.
Di sejumlah daerah, terutama wilayah perkotaan, gejala resesi seks mulai tampak jelas dalam pola kelahiran yang kian rendah dari tahun ke tahun.
Yogyakarta menjadi salah satu provinsi yang dinilai memiliki potensi besar mengalami resesi seks. Berdasarkan data yang dikumpulkan, angka kelahiran di provinsi ini hanya berada pada kisaran 2,2, bahkan turun hingga 1,9 di beberapa kabupaten dan kota.
Kondisi ini menunjukkan bahwa mayoritas perempuan di wilayah tersebut hanya melahirkan satu anak saja dalam hidupnya.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasno Wardoyo, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kemungkinan mengalami resesi seks di masa depan.
