Baca Juga: Manfaat Aplikasi Layda-K yang Dilaunching Dukcapil Kota Baubau
Ketua Komunitas Lorong Rupa, Yance, membenarkan bahwa komunitas ini merupakan wadah berkumpulnya para pekerja seni yang menjual karya seni di pelataran Museum Taman Fatahillah. Komunitas ini didirikan pada tahun 2009.
“Penggagasnya saya sendiri dan rekan lainnya, Egi, yang juga sebagai seniman kroya,” ungkap Yance.
Pemilihan nama Komunitas Lorong Rupa, menurut Yance, muncul dari realitas yang dihadapinya bersama rekan-rekan seniman ketika menciptakan kreasi seni di jalan. Idenya dari jalan itu sendiri, yang seperti lorong.
Yance dan rekan-rekannya di Komunitas Lorong Rupa tidak lama lagi akan mengadakan pemilihan ketua. Pemilihan pun, kata Yance, dilakukan secara demokratis.
