Tentunya dalam mengambil keputusan nantinya, ia akan membedah calon mana yang terbaik bersama para loyalisnya. Memang berat untuk menjatuhkan pilihan bila hanya dua calon yang akan bertarung. Ibaratnya, pilih kubu satu meninggal ayah dan kubu satunya meninggal ibu. Nah, untuk itu, Ia akan berusaha, menyatukan agar bisa satu suara.

Baca juga: Demokrat Ancam Kader Jika Tak Dukung Pasangan Maju di Pilwali Surabaya

"Saya tidak akan mendoktrin para sahabat. Pendapat mereka sangat saya butuhkan, sehingga kita bisa tentukan sikap, apakah netral atau mendukung salah satu calon," katanya.

Mantan Kadinkes Muna itu mengaku, belum pernah mengarahkan para sahabatnya untuk bergabung pada salah satu balon. Kalau pun ada, itu inisiatif mereka sendiri. Ia tetap menghargainya, karena bisa jadi mereka anggap itulah calon pemimpin terbaik yang bisa memajukan Bumi Sowite.

"Saya no comment, bila sudah ada loyalis yang bergabung dengan salah satu calon," timpalnya.