Wakil Ketua DPRD Muna Barat, Uking Djassa cukup menyangkan hal tersebut. Pertanyaanya, kenapa ketika Pj bupati tidak hadir, justru bawahannya ikut-ikutan. Sebaliknya, bila Pj bupati hadir, mereka berlomba-lomba. Nah, dari situ sudah dapat disimpulkan bila loyalitas terhadap atasan diragukan.
Kata dia, dalam teori hukum, ada tiga hal orang mengikuti seseorang. Karena takut, terpaksa dan karena hati nuraninya. Nah, kondisi saat ini, ketika Pj bupati tidak memimpin apel gabungan, kesadaran ASN itu patut dipertanyakan. Pemikirannya, jangan sampai selama ini mereka hanya takut dan terpaksa.
"Kalau ikuti pimpinan karena hati nurani, saya pikir jauh," ujarnya.
Saat ini, Pj bupati, menurutnya harus lebih tegas terhadap para pembantunya. Karena, bila mereka hanya takut dan terpaksa, nantinya ketika takutnya hilang yang muncul berani dan terpaksanya hilang muncul merdeka. Hal itulah yang akan berbahaya. Karena, sikap takut dan terpaksa itu menimbulkan ketidakloyalan.
"Sebagai fungsi pengawasan, saya meminta aturan diterapkan dengan benar. Bukan karena, takut dan terpaksa, tetapi karena kesadaran," terangnya.
