“Saat ini, indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 65,43 persen, sementara inklusi keuangan 75,02 persen. Meskipun banyak yang menggunakan jasa keuangan, banyak yang belum sepenuhnya memahami risiko-risiko keuangan,” jelas Fuad.

Fuad mengingatkan bahwa diperlukan edukasi keuangan yang lebih baik, terutama mengenai risiko-risiko seperti investasi bodong atau pinjaman online yang tidak terdaftar.

Kepala Divisi Edukasi, Humas, dan Hubungan Kelembagaan LPS III, Dadi Hermawan, menegaskan komitmen LPS untuk terus menyebarluaskan pengetahuan terkait jaminan simpanan dan risiko yang mungkin timbul.

Masyarakat diminta tidak perlu takut menyimpan uang di bank, karena LPS akan melindungi simpanan nasabah hingga jumlah tertentu.

“LPS memberikan jaminan simpanan nasabah hingga nominal Rp 2 miliar per nasabah per bank untuk berbagai jenis simpanan seperti tabungan, deposito, dan giro,” tegas Dadi.